Selasa, 13 November 2018

Aku sudah bilang, jangan berjalan lagi
Jangan melangkah, lebih jauh lagi
Aku takut, kamu hilang arah,
tersesat lalu tak menemukan dirimu lagi

Tapi anak kecil itu menggunakan kedua tangannya
untuk menutup telinga dan menghalau suara-suara
lalu aku harus bagaimana?

Apa kubiarkan saja dia berjalan,
hingga dia lelah dan rindu pulang.
Tapi, itu bukan sebuah kepastian

Senin, 05 November 2018

Jatuh

Pernahkah kamu rasa,
Ketika kamu membuka mata,
Duniamu penuh dengan dia,
Yang kemarin bukan siapa-siapa,
Lalu hari ini seperti adalah segalanya


Pernahkah kamu rasa,
Ketika kamu membuka mata,
Kamu harap dia punya rasa yang sama
Kupu-kupu di dalam dada
Akan terbang berapa lama?

Pernahkah kamu rasa
Ketika kamu membuka mata,
Kamu bertanya pada sang pencipta
Tuhan,
Bolehkah aku punya rasa ini selamanya?

Senin, 15 Agustus 2016

TAKUT

Yang sering manusia rasakan selain rasa lapar di perut dan pusing di kepala adalah rasa takut di dada. Takut membuatmu tak bisa tidur memikirkan semua kemungkinan buruk dan membuatmu lupa begadang tidak akan menyelesaikan apa-apa. Takut, membuat kamu mundur selangkah menuju sebuah perpisahan yang sebenarnya sehat untuk jiwamu, atau takut juga pernah menarik uluran tanganmu untuk menyambut orang baru dalam hidupmu. Takut juga membuat seseorang yang menulis ini baru berani menaiki kendaraan bermotor roda dua setelah 19 tahun lamanya berjalan.

Dan keyboard laptop saya sudah terlalu sering dibuat menari diatas bab-bab tugas akhir daripada untuk mengeluarkan isi kepala pada situs ini, ya karena sudah terlalu lama saya takut. Tapi saya bertekad untuk memulainya kembali, masih takut, tapi sedikit. semoga bisa sering-sering berani menekan tombol "publikasikan".


Selamat berjumpa kembali. 

LET'S BEGIN AGAIN

Sabtu, 11 Juli 2015

Seseorang dalam kata-kata

aku sudah hampir lupa rasaanya menulis,
merasakan jari-jariku merangkai kata untuk membuat seseorang dikepala, menjadi abadi dalam kata-kata.

aku terlalu terbiasa,
menghidupkan motor lalu pergi kemana saja aku suka, seorang diri saja.
merasa bisa menyelesaikan masalah apa saja, seorang diri saja.
Mendengarkan lagu-lagu cinta seperti biasa tanpa harus membayangkan satu nama.

lalu kamu datang,
kamu bilang tidak mau jadi teman,
tetap mengulurkan tangan, walau awalnya aku hanya diam.

apa menariknya seseorang yang masih memeluk erat masa lalunya?
seseorang yang terlalu takut akan harapan, yang ingin hidup diam saja tanpa takut kehilangan
pura-pura nyaman dalam kenangan, 

dan kamu tetap saja mengulurkan tangan,
sampai aku lelah berdiri sendirian.
dan akhirnya kita berjalan, duduk berdampingan,
menceritakan apa saja yang otak kita pikirkan.


kamu bilang tidak akan lelah, 
tidak akan menjadi senja, pelangi, atau kembang api.
Katanya kamu akan menjadi pagi, yang datang menyambut setiap hari

katamu kita tidak akan selamanya berada di pantai,
kita tidak akan selamanya menjadi batu karang yang diam saja dihantam gelombang,
kita akan berlayar, seberapa luaspun samudera yang dibilang orang-orang,
dan sekuat apapun ombak mengancam yang diceritakan nelayan,
katamu kita akan tetap berlayar, 
melakukan perjalanan hingga akhirnya kita sampai.


terima kasih sudah menjadi gerimis,
menghujaniku perlahan-lahan sampai aku tak bisa menghindar,
meyakinkan lagi bahwa yang jatuh tak selamanya menyakiti, 
terima kasih sudah menjadi inspirasi menulis lagi :) 

Senin, 09 Februari 2015

Dear Future Husband

Kepada calon suamiku kelak,
Maafkan aku jika saat ini aku tidak terlalu memikirkan kamu,
Maafkan aku jika saat ini aku terlalu fokus pada diriku,
Sesungguhnya sayang, aku adalah wanita yang punya banyak mimpi, aku adalah wanita yang ingin bisa semuanya. Oleh karenanya biarkan aku kini bekerja keras, dan menjadi sebaik-baiknya diriku. Saat ini biarkan aku menata hidupku, tenang saja aku tidak lelah. Kamu tau aku wanita yang tidak bisa diam saja dirumah mengerjakan tugas kuliah, maka aku banyak sekali mengikuti kegiatan dan melakukan hal-hal baru, aku senang sekali bertemu orang dan mengerjakan berbagai macam hal. Tapi tenang, aku juga tidak pernah lupa untuk mencuci baju dan memasak, karena aku ingin membuktikan padamu kelak, aku bisa jadi wanita hebat. Jadi saat aku sudah menjadi wanitamu nanti, aku akan membuktikan pekerjaan kantorku sama beresnya dengan pekerjaan rumah tangga kita.

Aku suka sekali membaca buku, jadi satu permintaanku, tolong sediakan ruang membaca di rumah kita kelak. Hehe. Nanti rumah kita akan berisi beratus-ratus buku, dari berbagai macam genre, kuharap kamu tidak keberatan, karena aku ingin membiasakan anak kita untuk suka membaca kelak. Aku sudah mengoleksi buku-buku bagus yang bisa anak-anak kita baca kelak, sehingga mata mereka tidak selalu terpaku pada teknologi yang pasti kian canggih kelak. Aku memang suka membaca, tetapi tenang, kamu menikahi kutu buku yang suka berkeliling, jadi aku tidak akan pernah keberatan jika kita harus sering-sering travelling.

Aku ingin menjadi wanita yang pintar, maka kini biarkan aku mempelajari banyak hal, maka anak kita akan mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya kelak. Karena aku tau ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, maka aku pastikan mereka akan belajar mengaji dari ibunya.
Aku ingin bekerja, bukan karena uangmu tidak cukup untuk membiayai rumah tangga kita, tetapi aku ingin menjadi istri yang membanggakan, tidak hanya ongkang-ongkang kaki dirumah menunggu kau datang dan memberi uang.

Mungkin aku terlihat tidak membutuhkan kamu saat ini, karena aku ingin menjadi wanita yang mandiri, tidak tergantung pada siapapun, termasuk padamu. Jadi kamu akan tenang bekerja tanpa harus mendengar rengekanku ingin diantar kesana-kemari.

Kepada calon suamiku kelak,
Maafkan aku jika saat ini aku tidak terlalu memikirkan kamu, aku terlau fokus menjadi sebaik-baiknya diriku. Demi menjadi wanita hebat, istri yang baik, dan ibu yang membanggakan. Tunggu aku ya J


P.S. : aku tidak terlalu memikirkanmu, tetapi kamu tidak pernah absen terlafal dalam doakku setiap saat.


Yours truly,


Future wife.




Sabtu, 24 Januari 2015

Gravitasi Matahari dan Bulan

Dulu, pas jaman-jamannya kelas XII SMA , saya dan pacar saya waktu itu, lagi ngobrol. Sebenernya topik ini sudah sering kita bicarakan (waktu itu), yaitu tentang Long Distance Relationship, kita, atau lebih tepatnya saya, waktu itu mati-matian nggak mau LDR, ketakutan-ketakutan yang saya timbulkan sendiri dalam kepala saya terus-menerus bikin saya ngerengek sama dia.
“aku ngga mau LDR, LDR itu ngga ada yang berhasil”
“Sekarang aja kita sama-sama sibuk, jarang bisa keluar bareng, apalagi ntar LDR yang beda kota,beda jurusan”
Dan semua rengekan-rengekan yang mungkin bikin dia pusing waktu itu, haha. Iya saya emang orangnya kayak gitu, kalo udah deket banget sama orang, suka ngerengek nggak jelas. Alasan saya waktu itu menurut saya sendiri  sangat-sangat masuk akal. Menurut saya, waktu itu, nggak ketemu saya dia dalam jangka waktu yang lama itu bisa nyiksa banget, belum lagi nanti circle kita yang beda,budaya yang beda, cara pandang yang beda, karena ya lingkungan pasti jadi beda banget, wong deket aja sering berantem apalagi beda kota. Belum lagi nanti kalo kita ketemu sama orang baru, yang ada di deket kita setiap hari, orang baru yang menyenangkan, ada bareng kita pas kita lagi butuh temen, tatap muka, ngga Cuma lewat layar handphone.
Waktu itu kita mati-matian untuk kuliah di kota yang sama, yang sayangnya, kita akhirnya beda kota, dan juga putus bahkan sebelum kita ngerasain gimana LDR, dan ngga punya kesempatan untuk ngebuktiin ketakutan-ketakutan saya yang dulu itu bener apa engga.


“Matahari boleh saya digdaya, raksasa, tapi bagi bumi, gravitasi bulanlah yang paling kuat, mengapa? Karena ia dekat” – Azhar Nurun Ala
Kalimat tadi bikin saya mikir banget, 2 tahun setelah saya putus dari dia waktu itu. Kalimat tadi masuk akal sekali, saya sendiri, sudah sempat tertarik dengan beberapa pria di Malang, ya karena kita sering bareng aja, teman satu organisasi lah, teman satu pergaulan lah. Tapi tidak ada yang bertahan lama, saya pribadi tau dan sadar kalau saya tidak benar-benar jatuh cinta sama mereka, awalnya saya berpikir mereka menarik, entah itu karena mereka  humoris, gentlemen, dan semacamnya, tapi semakin saya berpikir saya sudah move on kepada mereka, semakin saya mikir mereka itu menyenangkan untuk dijadikan teman. Iya hanya teman.

Pernah waktu itu saya deket sama seseorang, orangnya lucu sekali, baik kok, dan (sayangnya) ciri-ciri fisiknya mirip sama ehm..mantan saya. Kita sudah dekat mungkin beberapa minggu, sampai akhirnya saya jalan sama dia, detik itu juga saya diem,mikir, dan ngerasa bersalah banget sama dia. Ternyata saya (mungkin) hanya kangen sama mantan saya, dan menemukan orang yang mirip dan dekat waktu itu. Sampai saat ini, saya merasa bersalah banget sama dia, padahal dia adalah orang yang menyenangkan, untuk dijadikan teman.

2 tahun lebih, saya dan –orang yang saya sebut diawal paragraf postingan ini- beda kota, tetapi kami masih tetap berhubungan baik, baik sekali malah. Walaupun kita tidak berhubungan sangat intens, ya karena kesibukan masing-masing.  Banyak yang nanya “kok masih bisa temenan sih nil?” “katanya, if two past lover remain friends, either they never were in love or they still are.”
Saya waktu itu dengan entengnya bilang “ya bisa aja sih jadi temen biasa, kenapa ngga bisa? Kita toh dulunya juga teman baik.” Atau “ya kita bisa temenan karena aku udah move on.” Dan segala penyangkalan lainnya, sampai suatu ketika, kita berdua, yang pada saat itu menyempatkan untuk mengobrol berdua pada saat liburan (setiap liburan kita ketemu sih sebenernya). Mengobrol tentang sesuatu hal yang tentu saja tidak bisa saya tuliskan disini tanpa seizin dia. Detik itu pula saya sadar, saya masih merasakan hal yang sama seperti dulu, saya menjadi mendapatkan alasan rasional kenapa saya tidak pernah melanjutkan perasaan-perasaan saya dengan laki-laki yang dekat dengan saya di Malang. Ternyata saya masih memiliki perasaan yang sama besarnya, sama laki-laki di awal paragraf. Sampai detik ini. Walaupun sekarang fokus terbesar saya adalah urusan kuliah dan cita-cita saya, jadi saya tidak terlalu memikirkan dia.

Saya terkecoh dengan bulan yang datang, gravitasi saya menjadi mendekati bulan itu. Iya karena mereka dekat, karena bulan ada untuk bumi ketika matahari sedang jauh, sedang terbenam dan semuanya menjadi gelap. Karena sekali lagi, bulan dekat. Tetapi suatu saat bumi akan sadar, dia tidak dapat hidup tanpa matahari.

Saya akhirnya dikasih kesempatan untuk membuktikan ketakutan saya tentang LDR tadi, bagaimana kita bisa tetap merasakan hal yang sama dengan orang yang berjarak, beratus kilometer jauhnya, dengan kesibukan, cara pandang, dan lingkungan yang jauh berbeda, bahkan tanpa ada status, yang oleh banyak orang status sebagai “pacar” sering dijadikan jaminan kepastian, padahal tidak sama sekali.

Karena pada akhirnya, jika seseorang memang matahari kita, seberapa jauhnya ia, kita akan tetap mengorbit padanya. Matahari boleh saja digdaya, tapi bagi bumi, gravitasi bulan lebih kuat karena bulan dekat, tetapi pada akhirnya, bumi akan sadar, ia tidak akan bisa hidup tanpa matahari.


Saya menuliskan cerita ini, hanya untuk mengingatkan diri saya sendiri, kalau dulu persepsi saya salah,tentang LDR, jadi jangan fokus sama bagian sama ngga bisa move on-nya ya HAHHAHA. Saya ngga lagi galau-galau kok, saya lagi mau fokus sama kuliah saya. Seorang teman mengirimi saya gambar pagi ini. Yang intinya bisa saya analogikan seperti ini, jika dia memang matahari saya, saya tidak perlu susah-susah berputar lebih keras untuk mengorbit mendekati dia lebih cepat, saya Cuma harus mendekati pencipta semesta, Dia yang membuat orbit matahari dan bumi.

Senin, 19 Januari 2015

Mungkin jika aku enam tahun yang lalu,
akan merengek menarik lengan bajumu,
memintamu untuk tetap tinggal,
seperti balita merajuk meminta balon di pasar malam

Tetapi sekarang, aku tak akan merentangkan tanganku
dan berdiri di tengah jalan,
terbanglah untuk melihat bintang yang selama ini kau damba,
lebih dekat,
akupun begitu, akan berdiri sekuat tenaga disini
agar kelak bisa bertemu kamu,
diatas bintang yang kita tuju


aku memang rindu,
tapi toh, kita akan selalu bertemu
dalam tiap-tiap baris doaku





/the power of aku belum pulang tapi kamu sudah mau kembali ke rantau/ awakakkaka sedih

Jumat, 02 Januari 2015

Pulang [maaf]

Aku benci kota ini,
kota kita.
Kota dimana dulu aku merasa cukup,
ingin menetap dan tak perlu melihat sisi lain dunia.
Tapi sekarang
aku membencinya hingga aku tak bisa pulang,
dadaku sesak,
melihat kesalahanku disetiap sudut kotanya,
atau layang-layang harapan kita yang putus terjerat ranting pohon empat tahun lamanya,
jika harus ada yang membawaku pulang,
mungkin itu adalah rasa rindu yang teramat besar,
kepada kamu, kepada kita,
hingga memenuhi isi kepala.
tetapi balasannya,
aku harus membenci diriku lebih dalam,
menyesal dan menangis seharian,
maaf,
aku belum bisa,
pulang.

Tell me if you wanna go home
Cause I'm just not sure
Tell me if I'm back on my own
How to get back there

Rabu, 22 Oktober 2014

Pertanyaan dari Reret

Haloo ternyata dikasih pertanyaan balik sama Reret haha nggakpapa deh aku jawab lagi, pertanyaannya asik-asik sih hoho~ here we go :3

1. Tell me your first experience when suddenly you realize you love what you love to do now. Misal, tiba-tiba suka baca buku, atau suka nge-blog, atau pas pertama kali suka fotografi, dll.
Pas pertama kali siaran sih, awalnya takut-takut grogi gitu, terus lama kelamaan jadi keasikan sendiri, ada sesuatu yang menyenangkan banget saat kita bicara sama orang banyak tapi dari dalam satu ruangan yang full musik, rasanya kayak ngobrol sama dunia tapi di balik seperangkat mesin. Pokoknya kalo lagi bete atau sedih atau marah, masuk ruang siaran terus siaran itu rasanya lost aja gitu, kayak lagi baca terus kita ikutan hanyut dalam dunia itu dan lupa sejenak sama hiruk pikuk kehidupan yg fana ini. HUAHAHA bahasa gua -_-

2.  Mention ALL your best friend in your life and tell me your unforgettable moment with them!
Aaaa sumpah ini banyak banget ret, sahabat-sahabat SMA, ELSEM, sahabat kelas sosiologi, anak-anak KIR & BIAS ,santi,laras, crew-crew se7enline. Gitu aja kali ya, soalnya kalo sebutin namanya puanjang banget pasti. Unforgettable moment? mungkin ini terdengar klise, tapi semua moment bareng mereka itu nggak terlupakan, terima kasih sudah jadi keluargaku pas aku beneran jauh dari keluarga, jadi alesanku ketawa tiap ada masalah, gravitasi bahagiaku sebagian besar di kalian! Terimakasih my laugh machine <3 p="">

3. Tell me your very first book you love and why do you love it?
Aku masih inget buku yang very first favorite bgt itu marmut merah jambu, dari  toko bukunya,aku buka plastiknya di jalan, dan nggak bisa berhenti baca sampe tamat.  Buku emas banget pokoknya, dari kecil emang suka baca sih, tapi buku MMJ ini bener-bener bikin aku jatuh cinta,kayak cinta pada pandangan pertama gitu. AIHSEDAP Ran kali cinta pada pandangan pertama. Kayak ngobrol gitu lho sama sahabat lama, pas baca buku ini,dan buku ini yang bikin aku jadi jatuh cinta sama nulis (di blog). terimakasih bang dika <3 nbsp="" p="">
 4. Orang yang menginspirasi hidupmu? Kenapa?
udah aku tulis di sini http://writinium.blogspot.com/2014/10/being-inspired.html :)



5. Bentar lagi kan 2015, means AEC moment is almost in front of our eyes. Menurut kamu, sudah siapkah Indonesia menghadapi AEC 2015? Kenapa?
 AEC akan membuat pasar akan semakin bebas kan ya ? yang aku tau itu, dan menurut aku, orang-orang Indonesia belum siap untuk menghadapi AEC. Sebenernya ekonomi kita kuat sih, daya investasi negara kita apalagi, tapi kebanyakan orang Indonesia masih konsumtif banget apalagi sama barang dari luar. Sebenernya nih ya, kayak umpamanya gini, aku punya kebun pisang, aku jual pisang aku ke tukang gorengan dengan harga 500, trus aku beli pisang goreng di tukang gorengan itu seharga 1000, jadi kayak kita tuh nggak sadar, kalo kita tuh menjual bahan mentah dengan harga murah, terus beli barang jadinya dari negara yang kita expor dengan harga yang jauh-jauh lebih mahal. Itulah kenapa aku bilang orang Indonesia belum siap, kita belum sadar kalo kita punya potensi dan tergiur barang2 luar negeri.


6. Oke, pertanyaan yang sedikit berat nih. Menurut kamu, apa yang salah dari perekonomian Indonesia sampai-sampai nilai IDR kita semakin hari semakin jatuh dan inflasi semakin lama semakin naik?
Kayaknya ini banyak sih penyebabnya, tapi salah satunya ya tingkat konsumsi dari masyarakat kita tadi kayak yang aku jelasin, konsumtif tingkat tinggi sama barang-barang dari luar, kebanyakan impor daripada ekspornya :''(



7. Apa harapan kamu buat pemerintah Pak Jokowi-JK yang bakal resmi jadi pemimpin negara dekat-dekat ini?
 Dear bapak Presiden yang baik hati, tolong jangan bikin kami patah hati. :) cuma itu, aku banyaknya lebih berharap sama rakyatnya, yuk lebih kritis dan melek politik lagi, kita dukung dan kritisi kepemimpinan Jokowi dengan pintar. Tau sendiri ini lagi banyak kasus yang pengen kepemimpinan Jokowi terlihat lemah, misal dari ketua MPR yang nggak dibolehin dari partai pemenang (PDIP), terus kepala daerah yang harus dipilih DPRD (pilkada nggak langsung) , karena orang baik sudah jadi presiden, orang jahat nggak terima nih, mereka berusaha melanggengkan kebusukan di pemerintahan, kita sudah punya Jokowi, Ahok, Ridwan Kamil,dll, yuk kita dukung mereka untuk bikin Indonesia jadi hebat, yuk melek politik :)Ayok lebih optimis sama Indonesia


8.Apa sih alasan kamu suka sama orang yang kamu suka sekarang? :)
Karena dia patut dibahagiakan , iya aku sendiri orangnya. Aku lagi fokus sama diri saya sendiri nih, mau jadi orang hebat yang bermanfaat buat orang banyak. Jadi kalo suka sama orang lain, emmmm aku kesampingkan banget sih. Heuheu sorry jawabannya ngecewain


9. Rekomendasi film apa aja yang menurut kamu MUST-WATCH?
Apa yaa,ini aku lagi keinget lagi dan pengen nonton lagi film julie and julia, menceritakan tentang 2 wanita beda zaman gitu, dan diangkat dari kisah nyata, sama-sama jago masak,film tentang blogger dan tantangan nyobain resep.

A culinary legend provides a frustrated office worker with a new recipe for life in Julie & Julia, the true stories of how Julia Child's (Meryl Streep) life and cookbook inspired fledgling writer Julie Powell (Amy Adams) to whip up 524 recipes in 365 days and introduce a new generation to the magic of French cooking. Stanley Tucci (The Devil Wears Prada) co-stars in director Nora Ephron's delicious comedy about joy, obsession and butter. Bon app├ętit!


10. Menurut kamu, kenapa Film Annabelle tiba-tiba jadi booming?
Nggak tau juga, padahal nggak serem kok, aku udah nonton filmnya.....pas scene siang hari doang jadi ngga serem huahahahah :v cuma 20% dari keseluruhan film yang aku buka mata. huft.



11. Kalau kamu dapet dua free-ticket pergi kemanapun kamu suka, mau pilih pergi kemana dan sama siapa?
ke konser Coldplay yang Mylo Xyloto with sendiri wes biyasa. Hahaha canda, sama siapa yaaa, serah sama siapa aja yang mau ikut yang penting temen sendiri. Kalo nggak bisa ke konser macem begitu,mudah-mudahan suatu hari bisa bikin konsep acara dengan model konser kaya begitu.AMIIINN



tengkyuuu reret   <3 br="">